Rabu, 26 Desember 2012

Validitas Pearson Product Moment




To the Point...
Metode ini dalam dunia kesehatan biasanya digunakan dengan data ordinal (A. Aziz Alimul, 2007).
Untuk menghitung uji validitas dengan menggunakan pearson product moment biasanya menggunakan rumus:     
                                                                                                                                            
keterangan :

rhitung = Koefisien korelasi
Xi      = Jumlah skor item
Yi      = Jumlah skor total (seluruh item)
n        = jumlah responden

contoh kasus dengan data induk, seperti di bawah ini:




No. Resp
Skor faktor 1 utk butir No:
X1
p1
p2
p3
1
3
4
3
10
2
4
3
2
9
3
1
2
1
4
4
3
3
3
9
5
2
2
4
8
 
 hitungan secara manual, yaitu kita x yaitu skor isian p1 dan y adalah jmlh totalnya
No resp
X
Y
X2
Y2
XY
1
3
10
9
100
30
2
4
9
16
81
36
3
1
4
1
16
4
4
3
9
9
81
27
5
2
8
4
64
16
Total
13
40
39
342
113
 

n =
5
∑x² =
39
∑x =
13
∑y² =
342
∑y =
40
∑xy =
113
                                                                                        
    = 0.841 

                   Jadi, koefisien validitas untuk pertanyaan 1 untuk variabel x1 adalah sebesar 0,841. Karena nilai koefisien validitasnya lebih besar dari 0,3 maka pertanyaan tersebut dikatakan valid. untuk nilai r tabel disini menggunakan 0.3 karena dilihat dari jumlah sampel yang sedikit. Disini tidak menggunakan tabel product moment karena apabila jumlah sampel seperti dalam contoh kasus 5 responden maka nilai r tabelnya harus melebihi 0.878 sehingga rentan tidak valid.
Landasan teorinya:
                  “Semua item yang mencapai koefisien korelasi rxy ≥0,30 dianggap sebagai item yang memiliki daya beda yang memuaskan. Namun apabila item yang lolos masih tidak mencukupi jumlah yang diinginkan, maka batas kriterianya dapat diturunkan dari 0,30 menjadi 0,25, sehingga jumlah item yang diinginkan tercapai (Azwar, 2009)”.
Menurut Kaplan suatu pertanyaan dikatakan valid dan dapat mengukur variabel penelitian yang dimaksud jika nilai koefisien validitasnya lebih dari atau sama dengan 0,3.
“ Not all validity coefficient are the same value, and there are no hard fast rule obout how large the coefficient must be in order to be meaningful. In practice, it is rare to see a validity coefficient larger than 0.6, and validity coefficient in the range of 0.3 to 0.4 are commonly considered high.”
(Robert M. Kaplan & Dennis P. Saccuzzo, Phsycological Testing principles, application, and issues; Brooks/Cole Publishing Company, Pacific Grove, California,1993 p: 141).
Dari pernyataan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa: Keputusan validitas item mengunakan kriteria Kaplan, Item dinyatakan valid jika koefisien validitasnya lebih dari atau sama dengan 0.3
Uji instrumen, baik validitas maupun reliabilitas, tidak diujikan pada seluruh responden ketika proses pengambilan data telah selesai, tetapi pada sampel pendahuluan sebanyak minimal 30 orang responden (Suliyanto, 2006:152). Hal ini dilakukan untuk memberikan kesempatan melakukan perbaikan instrumen jika terdapat item yang tidak valid atau variabel yang tidak reliabel.
Menurut Friedenberg (1995) biasanya dalam pengembangan dan penyusunan skala-skala psikologi, digunakan harga koefisien korelasi yang minimal sama dengan 0,30. Dengan demikian, semua item yang memiliki korelasi kurang dari 0,30 dapat disisihkan dan item-item yang akan dimasukkan dalam alat test adalah item-item yang memiliki korelasi diatas 0,30 dengan pengertian semakin tinggi korelasi itu mendekati angka satu (1,00) maka semakin baik pula konsistensinya (validitasnya).
Keuntungan menggunakan tabel product moment adalah semakin banyak N (sampel) yang digunakan semakin kecil titik kritis, maka kemungkinan pertanyaan yang valid lebih banyak
Cara untuk mengeluarkan hasil output SPSS untuk validitas adalah:
- Masukan data (input data) dan rubah variable view sesuai dengan nama variable data
- Klik Analyze, Correlate, Bivariate
- Lalu pindahkan variable mana yang akan di uji (pearson)
- dan pilih koefisien korelasi mana yang akan digunakan.
- Klik ‘OK"
Untuk hasil output pearson adalah:
                                                                                                                                                                                         cara bacanya adalah untuk pertanyaan 1 dengan menggunakan pearson koefisien validitas yang didapat adalah 0.841 dengan jumlah sampel (N) yang digunakan 5 responden. (begitu seterusnya).


Daftar Pustaka:
A. Aziz Alimul Hidayat; Metode Penelitian Kebidanan & Teknik Analisis Data ; Salemba Medika; Jakarta 2007. 
Azwar, Saifuddin. (2009). Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Robert M. Kaplan & Dennis P. Saccuzzo, Phsycological Testing principles, application, and issues; Brooks/Cole Publishing Company, Pacific Grove, California,1993 p: 141  
Friedenberg, Lisa, Psychological Testing, Design, Analysis and Use, Allyn and Bacon 1995
Suliyanto , 2006. Metode Riset Bisnis, CV Andi Ofset, Yogyakarta


Nb: Kalian ada kesulitan tentang VaRel? mungkin saya bisa bantu  ^_^

7 komentar:

  1. terimakasih bantuaannya........peace...

    BalasHapus
  2. mbak kalo mau tau nilai koefisien validitasnya 290 sampel gimana? punya tabelnya ga yang lengkap

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk nilai koefisien validitas yang disesuaikan dengan sampel biasanya dapat dilihat pada r tabel producy moment. Biasanya ada di bagian halaman belakang buku statistik. Untuk saat ini saya belum sempat entry tabelnya sebagai copyannya ^_^

      Hapus
  3. terus maksudnya one tail two tail itu gimana ya?

    BalasHapus
  4. uji validitas selain product moment apa ada lagi???
    dan kenapa harus pkai produk moment ???

    BalasHapus
    Balasan
    1. uji validitas selain produst moment ada lagi seperti rank spearman, point biserial (KR 20) dan faktor. uji kuisioner dengan product moment biasanya digunakan untuk menghitung data ordinal dan korelasi

      Hapus